SURABAYA // Expressnewstoday.net. – Kontingen pencak silat dari Perguruan Poras Brawijaya sukses menorehkan prestasi gemilang dengan memboyong total delapan medali dalam ajang nasional Umsura National Silat Championship (UNSC) yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surabaya, 20-24 Juni lalu. Tim silat ini berhasil mengamankan 3 medali emas, 2 perak, dan 3 perunggu. Sebagai bentuk apresiasi konkret, Kepala SD Tanwir Surabaya, Rokayah Abdillah, S.S., menyerahkan langsung medali emas tersebut kepada para atletnya di Jalan Sekolahan 41, Asemrowo, Kamis (16/7/2026) pagi.
Dua dari tiga medali emas penentu kemenangan kontingen tersebut disumbangkan oleh pesilat belia binaan Koordinasi Latihan (Koorlat) SD Tanwir Surabaya, yaitu Husna Miftah Fauziah dan Mutia Azka Suryana, yang turun pada kelas tanding. Upacara penyerahan medali di lapangan sekolah berjalan khidmat dan dipimpin langsung oleh Rokayah sebelum dirinya bertolak menghadiri rapat dinas eksternal, sehingga penjelasan teknis pasca-seremoni didelegasikan kepada jajaran kesiswaan.
Perguruan Poras Brawijaya, yang merupakan anggota resmi di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surabaya, saat ini dipimpin oleh Drs. Erwondo Hadi Pramono, M.M., selaku Pembina Pusat, didampingi Budi Rehabianto sebagai Asisten Pembina Pusat. Dalam memperluas jangkauan pembinaan karakter pemuda, perguruan ini mengandalkan lima pos latihan aktif, yaitu Koorlat SMPN 10, Koorlat SMPN 25, Koorlat SMP Rahmat Surabaya, Koorlat SD Tanwir Surabaya, serta Padepokan Pusat yang berlokasi di wilayah Tandes, Surabaya.

Menanggapi keberhasilan ini, Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan SD Tanwir Surabaya sekaligus pembina sekolah, Muhammad Ilham Thufail Al Imron, S.Ag., menegaskan pentingnya peran olahraga pencak silat dalam mengarahkan energi pemuda ke arah yang positif, terutama di tengah maraknya kasus perkelahian massal atau tawuran pelajar akhir-akhir ini.
“Tanggapan saya untuk pencak silat, khususnya di Indonesia ini, saya rasa di SD Tanwir bisa menjadi ajang prestasi dan bersaing dalam hal yang baik. Sesuai ajaran agama Islam, kita harus selalu bermuhasabah dan memperbaiki diri,” ujar Ilham. Pihaknya menekankan bahwa disiplin silat yang diajarkan Poras Brawijaya memegang teguh prinsip anti-tawuran serta anti-perundungan, sekaligus menjadi sarana pelestarian warisan budaya bangsa yang luhur.(Wjy)

