SURABAYA, expressnewstoday.net – Pengurus Kota Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Surabaya mengerahkan delegasi resmi dalam jumlah besar untuk mengawal transisi regulasi pertandingan nasional terbaru. Langkah strategis ini ditandai dengan penerbitan Surat Mandat Nomor 97/48/PC.32.XB/10/2026 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Harian Pengkot IPSI Surabaya, Ir. H. Sudarusman, pada 30 Oktober 2026. Penugasan tersebut menanggapi surat instruksi Pengprov IPSI Jawa Timur tertanggal 27 Oktober 2026 mengenai perhelatan Sosialisasi Peraturan Pertandingan Pencak Silat Nasional (PPPSN) Hasil Munas IPSI 2026.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung penuh di Gedung Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, Jalan Kayoon Nomor 56, Surabaya, pada Minggu, 1 November 2026, itu dihadiri 14 utusan Pengkot IPSI Surabaya. Delegasi tersebut diisi oleh jajaran pengurus, praktisi, dan tenaga teknis lintas disiplin, di antaranya Aldo Siswanto, Kambali, S.E., Ilham Andi Thofan, Diah Luckyta Ningrum, S.Pd., Yusuf Dwipa Wijaya, S.E., Slamet Alfiyan, serta Eka Lutfi Rahmawati, S.Pd. Turut diperbantukan pula Rian Dwi Cahya, S.E., M.M., Samodra Rahmawanto, Alfiyani Syahriyah, Bahrudin Hasan, S.H., Purwanto, Eko Muhammad Zainudin, dan Amelia Dwi Lestari, S.Pd.
Langkah pendelegasian skala besar ini dirancang untuk memastikan penyaluran informasi teknis berjalan presisi hingga ke tingkat ranting dan perguruan silat di Surabaya. Bermarkas di Perum Griya Babatan Mukti Ruko A5/23 Wiyung, Pengkot IPSI Surabaya menilai penguasaan mendalam terhadap regulasi anyar menjadi syarat mutlak untuk mempertahankan dominasi prestasi atlet kota. Melalui penugasan kolektif ini, para utusan tidak hanya menyerap perubahan poin pelanggaran dan standar penilaian, tetapi juga bertindak sebagai fasilitator yang akan menyamakan persepsi seluruh pelatih dan wasit juri daerah sebelum kalender kejuaraan resmi 2026-2027 bergulir.(Wjy)

