Satu Dekade Menuju Satu Windu, Kobooi Buktikan Eksistensi Melalui Transformasi Ekonomi

0

PASURUAN || expressnewstoday.net – Eksistensi sebuah komunitas diuji oleh waktu dan perubahan zaman. Hal itulah yang dibuktikan oleh Komunitas Bikers Owner Online Indonesia (Kobooi) saat menggelar pertemuan anggota di Cafe Bunga Nongkojajar, Pasuruan, pada hari Selasa, 31 Maret 2026. Komunitas yang lahir di Surabaya pada 2017 ini menunjukkan kelasnya dengan tetap bertahan di tengah gempuran perubahan teknologi dan dinamika pascapandemi yang sempat membatasi ruang gerak transportasi daring.

Cak Lukman Arie Purwanto selaku Ketua Umum menegaskan bahwa Kobooi kini menjadi wadah yang lebih luas bagi masyarakat umum, tidak lagi terbatas hanya pada dunia per-ojolan. Riset internal komunitas menunjukkan bahwa anggota mereka kini memiliki diversifikasi profesi yang luar biasa, mulai dari sektor otomotif hingga manufaktur keramik. Perubahan dari “Ojek Online” menjadi “Owner Online” merupakan simbol keberhasilan para anggota dalam membangun potensi diri menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya saing.

Landasan riset dari Indo-Pacific Economic Framework menyebutkan bahwa penguatan soft skill dan jejaring komunitas merupakan faktor pendukung utama stabilitas ekonomi mikro di tingkat akar rumput. Kobooi telah menjalankan peran ini dengan memberikan pengarahan kewirausahaan dan leadership bagi anggotanya sejak awal berdiri. Hal ini menjadi sangat krusial mengingat persaingan di dunia transportasi daring semakin ketat, di mana tingkat pendapatan harian pengemudi mengalami fluktuasi yang signifikan dalam tiga tahun terakhir.

Acara yang dipandu oleh Sekretaris Umum Cak Mohammad Syamsul Arifin dan Bendahara Umum Dwipa Wijaya, SE, ini berlangsung hingga petang dalam suasana penuh kekeluargaan. Moh. Hamafi sebagai Ketua Harian menambahkan bahwa transformasi digital harus disikapi dengan mempererat silaturahmi secara nyata di lapangan. Menurutnya, teknologi hanyalah alat, namun kemanusiaan dan solidaritas adalah ruh yang membuat Kobooi tetap berdiri tegak hingga hari ini.

Sebagai penutup, pendiri komunitas Cak Prima Fifin Fitrianto, SP, berpesan agar seluruh anggota tetap konsisten di jalur sosial. Kobooi ingin membuktikan bahwa komunitas motor bukan sekadar ajang hura-hura, melainkan kelompok yang memiliki andil dalam memperbaiki taraf hidup anggotanya melalui dukungan moral dan jejaring ekonomi. Dengan semangat yang tetap membara, Kobooi siap menyongsong tahun-tahun mendatang dengan visi yang lebih universal dan inklusif.(Ysf)