Pesan Mendalam Prof Sukadiono di Rungkut: Jaga Konsistensi Ibadah dan Spirit Berbagi

0

Surabaya // expressnewstoday.net – Puncak acara Halalbihalal PCM Rungkut diisi dengan tausiah bernas dari Ketua PWM Jawa Timur, Prof. dr. Sukadiono MM. Dalam penyampaiannya, sosok yang juga menjabat sebagai Deputi di Kemenko PMK RI ini menekankan pentingnya menjaga semangat ibadah yang telah dipupuk selama bulan Ramadhan. Beliau mengingatkan bahwa indikator kesuksesan ibadah seseorang terletak pada konsistensi atau istikamah dalam menjalankan kebaikan pada sebelas bulan berikutnya.

Prof. Suko, sapaan akrabnya, sempat terlihat haru saat menceritakan perjalanan dakwahnya yang dilandasi ketulusan. Mengutip ayat suci Al-Qur’an, beliau menegaskan bahwa siapa pun yang bersungguh-sungguh memperjuangkan agama Allah, maka Allah akan memudahkan segala urusannya, termasuk urusan keluarga dan rezeki. Pesan ini menjadi penguat spiritual bagi para pengurus PCM Rungkut agar tetap teguh dalam mengabdi meski di tengah kesibukan profesional masing-masing.

Dalam konteks sosial, beliau mendefinisikan Muhammadiyah sebagai “Islam yang Loman” atau dermawan yang senantiasa berbagi. Semangat berbagi ini didukung oleh fakta riset bahwa kegiatan kedermawanan secara kolektif mampu meningkatkan Social Capital Index atau indeks modal sosial sebuah komunitas. Di mana partisipasi masyarakat dalam program berbagi seperti yang dilakukan PCM Rungkut terbukti efektif dalam mempererat ikatan emosional dan stabilitas keamanan di lingkungan tempat tinggal.

Implementasi dari semangat berbagi tersebut langsung terlihat di lokasi acara melalui kehadiran bazar UMKM lokal dan layanan cek kesehatan berbasis Quantum Resonance. Aktivitas ini menarik antusiasme tinggi dari ratusan peserta yang hadir. Dengan melibatkan pelaku usaha lokal, Muhammadiyah berupaya menggerakkan roda ekonomi warga sekaligus memberikan edukasi kesehatan secara preventif bagi masyarakat umum.

Di akhir tausiahnya, Prof. Suko berpesan agar Al-Qur’an tidak hanya dijadikan simbol spiritual semata, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata untuk mitigasi masalah sosial. Ia juga mengingatkan pentingnya sikap rendah hati dan menghindari kesombongan dalam berdakwah. Acara ini pun diakhiri dengan harapan bahwa melalui ukhuwah yang kuat, pondasi dakwah berkemajuan di wilayah Rungkut akan semakin kokoh dan bermanfaat bagi semua golongan.(Wjy)