Dorong Kesehatan Finansial, Dikdasmen Muhammadiyah Surabaya Jadikan Transparansi Standar Sekolah Unggul

0

SURABAYA // expressnewstoday.net – Tolak ukur keberhasilan sekolah Muhammadiyah kini bertambah. Tak lagi hanya bergantung pada prestasi akademik siswa, kesehatan manajemen keuangan kini ditempatkan sebagai pilar utama citra sekolah yang maju. Hal ini menjadi bahasan utama dalam pelatihan perpajakan yang diikuti oleh 58 bendahara sekolah se-Surabaya di Smamda Tower, Selasa (23/4/2026).
Sekretaris Dikdasmen Muhammadiyah Kota Surabaya, Sugeng Purwanto, dalam sambutannya menyoroti bahwa manajemen keuangan adalah cermin kepercayaan masyarakat. Baginya, akuntabilitas finansial di era pendidikan saat ini adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. “Sekolah yang maju itu tidak hanya dilihat dari prestasi akademik siswanya, tapi juga dari kesejahteraan dan kesehatan manajemen keuangannya. Ini adalah masalah kepercayaan warga dan bentuk kepatuhan kita sebagai lembaga yang berwarga negara di Indonesia,” papar Sugeng.

Untuk mencapai target standardisasi akuntansi sekolah secara menyeluruh, Dikdasmen menggandeng LPPK sebagai mitra teknis. Ketua LPPK Muhammadiyah Kota Surabaya, Anang Saifudin Junaidi, S.E., S.H., MSA, CPA, CPI, BKP, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan agar bendahara tidak lagi gagap menghadapi regulasi pajak yang dinamis. “Kami ingin memastikan setiap bendahara sekolah tidak hanya memahami teknis pelaporan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara presisi dalam SPT PPh badan,” ujar Anang.
Dalam sesi konsultasi yang interaktif, para peserta diberikan kesempatan untuk memetakan kendala pelaporan di sekolah masing-masing secara langsung. Hal ini bertujuan agar setiap hambatan teknis dapat diselesaikan di tempat, sehingga tidak ada lagi celah kesalahan dalam laporan keuangan tahunan. Pendekatan problem-solving ini dinilai efektif untuk menjawab keraguan para bendahara yang selama ini merasa terbebani oleh aturan perpajakan yang kompleks.
Sebagai penutup, pelatihan ini diharapkan menjadi titik balik bagi unit pendidikan Muhammadiyah di Surabaya untuk bertransformasi menjadi lembaga yang lebih akuntabel. Dengan sinergi antara LPPK dan Dikdasmen, diharapkan tata kelola keuangan yang transparan bukan lagi sekadar slogan, melainkan budaya kerja yang melekat di seluruh sekolah Muhammadiyah se-Surabaya.(Wjy)