Surabaya Jatim hari ini– ||expresnews today.net Ketua Aliansi Madura Indonesia Minta Gubernur Jawa timur Khofifah Indar parawansa Copot Pejabat yang Tak Bersedia Komunikasi ( konfirmasi ) dengan Pers.
Saat dihubungi melalui telpon selulernya Rabu (17 /04/ 2026) Ketua Aliansi Madura Indonesia Baihaqi Akbar mengatakan “desakan tegas kepada Gubernur Jawa Timur untuk mencopot pejabat yang tidak bersedia berkomunikasi ( konfirmasi ) terkait temuan yang muncul, bahkan tidak kinerja Jurnalis,seperti yang terjadi di Kantor Cabang Dinas pendidikan wilayah Nganjuk dimana Kacabdin M.Ardiyansah menolak di konfirmasi terkait anggaran makan minum yang jumbo di kantornya.
Menurut Baihaqi Akbar,pejabat yang tidak menghormati pers dan ketentuan undang-undang seharusnya tidak diberikan jabatan. Publikasi yang dibuat oleh media harus segera direspon oleh pejabat terkait, karena tidak boleh ada pejabat yang menganggap diri mengetahui hukum namun menghindari komunikasi maupun pertemuan dengan pers.”jelas Baihaqi pada Jatim hari ini.co.id
Baihaqi menambahkan “Kontrol sosial publik sangat penting untuk mengukur kinerja pejabat. Jangan sampai terjadi kondisi tanpa adanya pengawasan apapun. Bagi pejabat yang tidak bersedia dikontrol oleh pers dan LSM, sebaiknya segera mundur dari jabatan dan kembali menjadi warga biasa seperti lainnya,” tandas ketua AMI Baihaqi(Novi)

