SURABAYA // expressnewstoday.net – Ruang terbuka di sekitar gedung Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya kini bersih tanpa menyisakan selembar pun sampah plastik kresek yang biasa berserakan pasca-aktivitas massal. Evaluasi menyeluruh terhadap distribusi 800 paket kurban menunjukkan bahwa adopsi kemasan organik berhasil memangkas potensi timbulan limbah domestik secara signifikan di beberapa wilayah kecamatan.
“Kami sedang mencatat data reduksi sampah ini untuk menjadikannya prototype gerakan yang lebih masif tahun depan. Ketika hulu distribusi berhasil kita kunci dengan besek dan daun jati, beban hilir di tempat pembuangan akhir otomatis berkurang drastis, dan ini adalah kemenangan kecil bagi ekosistem kota Surabaya,” ungkap perwakilan tim evaluasi lingkungan Lazismu Surabaya.

Keberhasilan menekan angka timbulan sampah ini menjadi oase di tengah data nasional yang cukup mengkhawatirkan. Merujuk pada kalkulasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), momen perayaan besar seperti Idul Adha selalu memicu lonjakan ribuan ton sampah plastik dalam waktu singkat akibat penggunaan kantong sekali pakai. Karakteristik plastik kresek yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai seringkali menjadi mimpi buruk bagi tata kelola sanitasi kota besar.
Gerakan nyata yang diinisiasi lewat penyembelihan di kawasan Manukan Wetan pada akhir Mei 2026 kemarin kini mulai dilirik sebagai cetak biru manajemen limbah yang ideal bagi komunitas keagamaan lain. Pendekatan ini membuktikan bahwa perubahan sistemik tidak harus menunggu regulasi yang kaku, melainkan bisa dimulai dari kesadaran kolektif sebuah lembaga filantropi.
Dampak jangka panjang dari nihilnya sampah plastik ini langsung dirasakan oleh petugas kebersihan lingkungan di tingkat rukun warga. Saluran air di sekitar titik pembagian terpantau bebas dari sumbatan kemasan kurban. Lazismu Surabaya sukses membuktikan bahwa jalannya ibadah yang syar’i dapat beriringan mesra dengan upaya mitigasi bencana ekologis di ruang perkotaan.(Wjy)

