Surabaya || expressnewstoday.net – Dalam rangka memperingati Bulan Zero Waste, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meluncurkan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Kegiatan ini dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia, dengan tujuan mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan, sekaligus mendorong perubahan perilaku konsumsi yang lebih berkelanjutan.Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia menghasilkan sekitar 64 juta ton sampah setiap tahunnya, dan lebih dari 60% di antaranya adalah sampah plastik yang sulit terurai. Oleh Sebab itu, Walhi Jatim mengadakan kegiatan gerakan Zero Waste yang dilaksanakan selama 2 hari, tanggal 26 Januari 2025 nobar Film Dokumenter “Pulau Plastik” serta diskusi edukasi untuk para pemuda pemudi dari berbagai Ormas dan komunitas, antara lain Karang Taruna Kecamatan Tegalsari, Gusdurian,Gaia Dll. di C20 Library & Collabtive ,Jalan DR Cipto no 22, dan tanggal 27 Januari 2025, aksi ruang publik di kawasan CFD (Car Free Day) Surabaya, Mulai pagi, Pukul 06.30 sampai 10.00.kegiatan tersebut disambut positif oleh warga Surabaya, ini terbukti dengan banyaknya yang hadir dalam acara yang diselenggarakan oleh Walhi Jatim, baik itu acara diskusi, maupun aksi publik di kawasan Car Free Day di Jalan Darmo Surabaya.

Saat dimintai keterangan di sela sela kegiatan, Luki Wahyu Wardhana , Divisi Kampanye dan Jaringan Walhi Jatim mengatakan, “Tahun ini Walhi pertama kali memperingati bulan Zero Waste ,itu tujuan secara umum, untuk tujuan secara khusus tentu kita sedang mengupayakan edukasi , terutama mengenalkan ke masyarakat umum untuk lebih peduli masalah persampahan, itulah kenapa Walhi mengadakan rangkaian acara berupa diskusi, serta aksi di ruang publik, bersama ormas dan organisasi lain , diantaranya Karang Taruna Kecamatan Tegalsari, Gusdurian, Gaia, Dll”. Saat disinggung mengenai isu pengrusakan ekosistem alam, seperti pagar laut, atau pun HGB daerah pesisir di beberapa tempat Indonesia, Luki Wahyu menyahut,” Kegiatan ini tidak ada hubungannya dengan isu isu tersebut, tetapi kalau di baca secara umum dan mendalam, memang ini berkaitan dengan soal bagaimana kebijakan, regulasi dari pemerintah yang sering abai terhadap keselamatan dan kepentingan masyarakat, soal sampah tentu yang akan menjadi korban adalah masyarakat. Soal pagar laut yang akan menjadi korban nelayan, soal HGB yang di Sidoarjo yang akan jadi korban adalah mata pencaharian nelayan, artinya kalau dilihat secara umum mungkin tidak berhubungan, tapi kalau dilihat lebih mendalam hubungannya adalah,terkait mengenai kebijakan pemerintah nasional yang seringkali abai terhadap kepentingan masyarakat”.
“Untuk Agenda lanjutan setelah bulan Zero waste, akan ada kegiatan di HPSN (Hari Peduli Sampah Nasional), serta di bulan Juni yaitu Hari Bebas Sampah Sedunia, Adapun Harapan dari Walhi Jatim dari edukasi di bulan Zero Waste bagi para Pemuda, minimal mereka menerapkan apa yang sudah kita edukasikan dalam kehidupan sehari hari”. Tambah Luki.(Wjy)

