Lazismu Surabaya Dorong Pendirian Kantor Layanan di Setiap Cabang dan Masjid Muhammadiyah

0

Mojokerto || expressnewstoday.net – Mojokerto,8- 9 Februari 2025, di newstart Hotel.Jalan Raya Trawas Dusun Slepi Desa Ketapan Rame, RT.2/RW.1, Njuwok, Ketapanrame, Kec. Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur . Dalam acara Pelatihan Digital Fundraising, Sosialisasi KLL, dan Pemetaan UMKM yang digelar oleh LPCR-PM Muhammadiyah Surabaya, Lazismu Surabaya menegaskan pentingnya pendirian Kantor Layanan Lazismu (KLL) di seluruh cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah. adapun saat pembukaan acara yang diselenggarakan oleh LPCR-PM Muhammadiyah Surabaya dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah antara lain Dr. M. Ridlwan, M.Pd., Drs. Catur Anang Hutoyo,Musa Abdullah,Drs Mohammad Lutfi, dan Drs. Marjuki .MA.

Pentingnya pendirian KLL semakin jelas ketika melihat data dari Indonesia Zakat and Waqf Report 2024, yang menyebutkan bahwa potensi zakat dan infaq di Indonesia mencapai lebih dari Rp 327 triliun per tahun, namun hanya sekitar 5% yang berhasil dihimpun oleh lembaga zakat formal. Dengan adanya KLL di setiap cabang Muhammadiyah, potensi penghimpunan dana dapat meningkat secara signifikan melalui mekanisme yang dikelola Lazismu.

Menurut Dedy Surahman, S.E., M.M., Manager Lazismu Surabaya, keberadaan KLL sangat penting untuk memperkuat penghimpunan dan penyaluran dana bagi program sosial kemasyarakatan Muhammadiyah. “KLL akan menjadi solusi bagi cabang dan ranting dalam mendukung program sosial secara lebih terstruktur melalui Lazismu,” ujarnya.

Ketua Lazismu Surabaya, Faisal Haqqi, S.E., juga menekankan pentingnya sinergi antara berbagai majelis dan lembaga di Muhammadiyah. “Jika kita bisa bersinergi dengan Lazismu, serta majelis seperti Dikdasmen, LPUMKM, dan lainnya, dampak positifnya akan jauh lebih besar,” ungkapnya.

Peserta yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi dengan banyaknya pertanyaan seputar tata cara pendirian KLL dan bagaimana Lazismu dapat berperan dalam mengelola zakat, infaq, dan shodaqoh. “Kami berharap ini menjadi awal gerakan besar dalam memperkuat kemandirian ekonomi Muhammadiyah,” kata M. Jahja Shohudin, S.Pd., Ketua LPCR-PM Surabaya.(Wjy)