Surabaya || expressnewstoday.net, 28 Maret 2025 – Lazismu Surabaya bersama Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) memperkuat kolaborasi demi kesejahteraan masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah. Dalam pertemuan yang digelar di PUSDAM Surabaya, puluhan perwakilan panti asuhan Muhammadiyah hadir untuk menyelaraskan strategi dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk pemberdayaan umat.
Ketua Umum Lazismu Surabaya, Faisal Haqqi, S.E., menegaskan bahwa sinergi yang kuat antara Lazismu, majelis, dan Ortom Muhammadiyah adalah kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi yang konkret dengan berbagai lembaga di Muhammadiyah akan membuka peluang lebih besar dalam mendukung kebutuhan sandang, pangan, dan papan bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

H. M. Arif An, S.H., Wakil Ketua Pimpinan Muhammadiyah Surabaya, menambahkan bahwa penghimpunan ZIS yang lebih luas sangat diperlukan agar Muhammadiyah bisa semakin hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. “Kita ingin menggali potensi muzakki sebanyak-banyaknya, karena setiap rupiah yang terkumpul bisa menjadi solusi bagi mereka yang kesulitan,” paparnya. Berdasarkan riset Lazismu Nasional, strategi penghimpunan dan distribusi ZIS berbasis komunitas terbukti meningkatkan efektivitas distribusi dana hingga 30% lebih baik dibandingkan model konvensional.
Selain itu, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya menunjukkan bahwa masih terdapat sejumlah keluarga prasejahtera yang memerlukan bantuan. Studi dari Universitas Muhammadiyah Surabaya juga mengungkapkan bahwa program zakat berbasis pemberdayaan sosial telah membantu mengurangi angka putus sekolah hingga 25%.
Dengan langkah-langkah konkret yang disusun dalam pertemuan ini, Lazismu Surabaya optimis dapat terus memberikan solusi nyata bagi masyarakat Surabaya. Sinergi ini bukan hanya memperkuat gerakan filantropi, tetapi juga mempertegas peran Muhammadiyah dalam membangun kesejahteraan umat berbasis kebersamaan dan kepedulian.(Wjy)

