Surabaya || Expressnewstoday.net – Menyambut peringatan 124 tahun kelahiran Ir. Soekarno, Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kota Surabaya menggelar Khotmil Qur’an dan santunan kepada 124 anak yatim, Jumat (21/6/2025). Acara digelar di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Surabaya, Jl. Setail No. 8, berlangsung dengan penuh kekhusyukan sejak siang hingga menjelang magrib.
Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno, sebuah tradisi yang sudah dijalankan secara nasional oleh PDI Perjuangan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai ajaran dan perjuangan tokoh proklamator yang lahir di Kota Pahlawan pada 6 Juni 1901.
Menurut Ketua Bamusi Surabaya, Abdul Ghoni Muklas Niam, S.Pd.I, kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk meneladani Bung Karno, bukan hanya sebagai pemimpin politik, tetapi juga sebagai tokoh spiritual dan kebudayaan.
“Kami tidak ingin Bung Karno sekadar diingat sebagai tokoh sejarah. Beliau juga seorang pemikir besar yang menyatukan nilai-nilai keislaman dan nasionalisme dalam satu tarikan nafas. Khotmil Qur’an ini adalah bentuk rasa cinta kami,” ujar Ghoni.
Dalam banyak pidato dan tulisan, Bung Karno memang kerap menyitir ayat-ayat Al-Qur’an dan mengutip hadits Nabi. Ia juga dikenal dekat dengan ulama seperti KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim. Bahkan dalam Pidato 1 Juni 1945, Bung Karno menyebut Pancasila sebagai dasar negara yang digali dari bumi Indonesia, yang mencerminkan nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan keadilan sosial.

Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Yordan M. Batara Goa, menyatakan bahwa angka 124 yang dipilih sebagai jumlah anak yatim merupakan representasi simbolis dari usia Bung Karno. Ia juga mengajak masyarakat Surabaya untuk menjadikan Bung Karno sebagai inspirasi yang hidup.
“Kalau orang luar negeri punya tokoh yang mereka banggakan, kita di Surabaya punya Bung Karno. Lahir di sini, besar di sini, dan perjuangannya dimulai dari kota ini. Maka sudah sepatutnya masyarakat Surabaya ikut memiliki beliau,” kata Yordan.
PDI Perjuangan dikenal sebagai partai nasionalis yang religius. Tradisi ini bukan baru sekarang. Dalam berbagai pidato, Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum partai kerap menekankan pentingnya memperkuat nilai keagamaan dan kebudayaan dalam gerakan politik.
Sebagai sayap partai yang berbasis Islam, Bamusi mengambil peran untuk menjembatani dunia politik dan spiritualitas umat. Kegiatan khotmil Qur’an dan santunan ini pun menjadi momentum membumikan nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan di akar rumput.(Wjy)

