Perkuat Kesiapsiagaan, Kokam Surabaya Jadikan SMK Muhammadiyah 2 Pusat Konsolidasi Lintas Generasi

0

Surabaya || expressnewstoday.net – Suasana hangat menyelimuti SMK Muhammadiyah 2 Warugunung saat puluhan anggota Kokam se-Surabaya berkumpul untuk memperkuat barisan dalam agenda silaturahmi wilayah, Sabtu (31/1). Komandan Paridi, selaku tuan rumah dari Kokam PCPM Karang Pilang, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran rekan-rekan seperjuangan. Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah kesibukan masing-masing, semangat untuk berkumpul dan berkoordinasi tetap menjadi prioritas demi menjaga marwah organisasi sebagai benteng pertahanan persyarikatan dan penjaga moralitas bangsa di tingkat akar rumput.
Menengok ke belakang, keberadaan Kokam di Indonesia yang diinisiasi oleh HS Prodjokusumo memiliki akar sejarah yang sangat kuat dalam mempertahankan ideologi negara. Sejak kelahirannya di tahun 1965, Kokam telah bertransformasi dari satuan tugas fisik menjadi gerakan pemuda yang juga fokus pada kemanusiaan dan mitigasi bencana. Menilik riset mengenai manajemen organisasi nonprofit, keberhasilan sebuah gerakan kerelawanan sangat bergantung pada sistem “pembekalan rutin” yang dilakukan secara tatap muka, karena hal tersebut efektif dalam meningkatkan loyalitas anggota hingga 60% dibandingkan koordinasi virtual, yang pada akhirnya memperkuat struktur organisasi secara keseluruhan.

Dalam sesi pembekalan, Komandan Asad yang juga dikenal sebagai nahkoda gerakan filantropi dan kemanusiaan di Surabaya, memaparkan empat pilar Kokam Berkemajuan: kualitas iman, kedisiplinan internal, kompetensi kesiapsiagaan, dan jiwa korsa. Keempat elemen ini adalah harga mati bagi setiap personel yang ingin melihat Muhammadiyah terus berkembang. “Kita adalah penjaga aset, bukan sekadar pelengkap acara,” tegasnya. Pesan ini menjadi suntikan motivasi bagi para anggota junior untuk tidak hanya menonjolkan fisik, tetapi juga kapasitas intelektual dan kemantapan spiritual dalam setiap penugasan.
Acara yang berlangsung selama tiga jam tersebut diakhiri dengan rencana tindak lanjut yang matang untuk pertemuan berikutnya di Sukolilo. Harapannya, setiap anggota yang pulang dari Karang Pilang membawa energi baru untuk menebar manfaat di cabang masing-masing. Dengan menjaga tradisi kumpul-kumpul yang bermuatan edukatif ini, Kokam Surabaya tidak hanya merawat sejarah, tetapi juga sedang menulis masa depan yang lebih cerah bagi gerakan pemuda Islam di Indonesia, di mana kedisiplinan dan rasa kasih sayang antar saudara menjadi identitas yang tak terpisahkan.(Wjy)