Pasuruan || expressnewstoday.net – Sebanyak 150 anggota Muslimat NU Desa Sidogiri, Kecamatan Kraton, mengikuti sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada 10 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran mereka yang memenuhi Balai Desa sejak pagi hari dalam suasana yang khidmat dan religius.
Acara ini menekankan pentingnya sinergi antara nilai-nilai kebangsaan dengan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang telah lama mengakar di Sidogiri. Para peserta diajak memahami bahwa menjaga keutuhan negara adalah bagian dari mandat spiritual para ulama terdahulu. Dialog interaktif pun berlangsung hangat, membahas peran nyata ibu-ibu dalam membentengi lingkungan keluarga dari berbagai tantangan zaman, termasuk pengaruh paham radikal.
Anggota MPR RI, H. Syaiful Nuri, hadir sebagai narasumber utama untuk memberikan pemaparan komprehensif mengenai posisi strategis perempuan dalam menjaga stabilitas bangsa. Beliau menegaskan bahwa Muslimat memiliki kekuatan sosial yang besar untuk menjadi perekat persatuan di tingkat akar rumput. Paparan tersebut memberikan wawasan baru bagi peserta tentang pentingnya keselarasan antara ketaatan beragama dan kesetiaan pada negara.
Dalam pernyataannya, H. Syaiful Nuri menegaskan pentingnya peran ibu sebagai penyaring informasi di keluarga. Beliau menyampaikan, “Muslimat di Sidogiri adalah benteng moral bangsa. Kita ingin memastikan bahwa Empat Pilar ini bukan hanya dihafalkan, tetapi menjadi laku hidup yang menyatu dengan nilai pesantren. Jika ibunya kuat dalam pemahaman kebangsaan, maka generasi masa depan kita tidak akan mudah goyah oleh ideologi yang memecah belah NKRI.”

Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar 150 peserta yang hadir mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Dengan membawa semangat cinta tanah air sebagai bagian dari iman, sosialisasi ini diharapkan memperkokoh Desa Sidogiri sebagai wilayah yang tangguh secara religi sekaligus nasionalis. Momentum ini sekaligus membuktikan bahwa perempuan Muslimat adalah pilar utama dalam menjaga kedaulatan moral dan keutuhan bangsa Indonesia.(Red)

