Surabaya || expressnewstoday.net – Pusat gerakan Muhammadiyah Surabaya pada akhir pekan ini berpusat di Jalan Pucang Anom Timur. Bertempat di Masjid SMA Muhammadiyah 2, Lazismu Surabaya bersama berbagai lembaga internal lainnya sukses menggelar aksi sosial bertajuk Pentasyarufan Kado Ramadhan pada Minggu (15/3/2026).minggu terakhir di penghujung bulan Ramadhan, Sebanyak 500 paket bantuan yang merupakan hasil kolaborasi antara Lazismu Surabaya dengan LPCRPM dan LHKP kota Surabaya, di jembatani oleh PDM Kota Surabaya , diserahkan kepada perwakilan cabang dan ranting untuk diteruskan kepada masyarakat, menandai komitmen organisasi dalam merawat kepedulian di bulan suci.
Urgensi penguatan ekonomi berbasis masjid yang disuarakan dalam acara ini sejalan dengan tren kedermawanan masyarakat Indonesia yang terus meningkat. Menurut laporan World Giving Index, Indonesia secara konsisten menempati peringkat pertama sebagai negara paling dermawan di dunia dengan indeks kedermawanan mencapai 68 persen. Potensi luar biasa inilah yang ingin ditangkap oleh PDM Surabaya agar energi kedermawanan tersebut dapat dikelola melalui masjid secara sistematis dan berkelanjutan.
Dalam arahannya, Ketua PDM Surabaya H. Muhammad Ridwan menekankan bahwa selain pendidikan, penguatan sektor masjid adalah harga mati. Ia mendorong para takmir dan pengurus cabang untuk menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas yang tidak pernah sepi dari kegiatan umat. Baginya, kemakmuran Muhammadiyah berbanding lurus dengan kemakmuran masjidnya. Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dalam merangkul umat di tengah dinamika kota besar.

Dr. H. Sulton Amin, MM, memberikan catatan penting mengenai klasifikasi masjid agar takmir dapat merancang program yang relevan, baik itu masjid sekolah maupun masjid transit. Salah satu kunci keberhasilan yang dibahas adalah pemanfaatan teknologi, mulai dari sistem donasi digital hingga publikasi media sosial yang akrab di mata generasi muda. Hal ini penting agar masjid tetap memiliki daya tarik bagi kaum milenial dan Gen Z sebagai penerus estafet dakwah.
Acara yang berlangsung dari pagi hingga selesai ini ditutup dengan prosesi pengambilan paket oleh para relawan cabang yang akan langsung bergerak ke lapangan. Dengan target peningkatan menjadi 1.000 paket pada tahun 2027, Lazismu Surabaya ingin mengirimkan pesan kuat bahwa semangat berbagi tidak boleh berhenti. Melalui langkah-langkah kecil dari masjid ke masjid, diharapkan tercipta ketahanan sosial yang kuat bagi seluruh warga Surabaya.(Wjy)

