SURABAYA, expressnewstoday.net — Direktur Operasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, Prasetyadi, kembali ke almamaternya, Trimurti Senior High School Surabaya, pada Jumat (9/10/2026). Kehadirannya dalam kegiatan Pelindo Mengajar Tahun 2026 menjadi momen istimewa untuk berbagi wawasan tentang industri kepelabuhanan dan logistik sekaligus mengenang nilai-nilai yang membentuk perjalanan hidupnya.
Kegiatan ini diikuti siswa kelas XII sebagai bagian dari upaya Pelindo memperluas wawasan generasi muda mengenai industri kepelabuhanan, sistem logistik, serta peran strategis sektor tersebut dalam mendukung rantai distribusi dan perekonomian Indonesia. Melalui sesi mengajar dan berbagi pengalaman (sharing session), siswa diharapkan dapat mengenal dunia profesional secara lebih dekat dan memperoleh inspirasi dalam mempersiapkan masa depan.
Dalam wawancara, Prasetyadi mengungkapkan bahwa salah satu hal yang paling berkesan selama tiga tahun menempuh pendidikan di Trimurti adalah kedisiplinan. Menurutnya, nilai tersebut memiliki peran penting dalam membantu siswa menjalani dan menyelesaikan pendidikan.
“Yang jelas kedisiplinan yang menurut saya itu yang sangat penting. Karena dengan disiplin inilah maka kita bisa belajar menyelesaikan pendidikan di SMA Trimurti,” ungkap Prasetyadi.
Selain kedisiplinan, ia juga mengapresiasi perkembangan fasilitas penunjang kegiatan ekstrakurikuler di Trimurti. Menurutnya, fasilitas yang tersedia saat ini semakin baik dibandingkan ketika ia masih bersekolah pada 1984. Perkembangan tersebut menjadi potensi positif bagi siswa untuk mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan di luar pembelajaran akademik.
Prasetyadi turut menyampaikan harapannya agar Trimurti menjadi salah satu pilihan utama bagi orang tua yang sedang mencari sekolah menengah atas bagi putra-putrinya. Ia menilai pengalaman panjang sekolah dalam dunia pendidikan, kualitas guru, serta kegiatan ekstrakurikuler menjadi sejumlah hal yang patut dipertimbangkan.
“Kami berharap orang tua yang saat ini sedang mencari pilihan untuk anak-anaknya masuk ke sekolah menengah umum, Trimurti bisa dijadikan salah satu pilihan utama di dalam menempuh pendidikan,” tuturnya.

Kehadiran Prasetyadi disambut hangat oleh keluarga besar Trimurti Senior High School. Dalam kegiatan tersebut, Tri Januardha Finishianto, M.Pd., Gr., selaku Kepala Departemen Trimurti yang mewakili Kepala Sekolah, turut menyampaikan sambutan. Ia menilai kepulangan Prasetyadi sebagai alumni yang kini menduduki posisi strategis di BUMN merupakan momentum berharga bagi sekolah, khususnya bagi siswa kelas XII yang tengah mempersiapkan masa depan.
Bapak Janu mengajak para siswa untuk tidak hanya menyimak materi mengenai Pelindo dan industri kepelabuhanan, tetapi juga mengambil pelajaran dari perjalanan karier Prasetyadi, mulai dari proses belajar, keberanian menghadapi tantangan, hingga upaya mengembangkan kompetensi.
“Yang paling menginspirasi bukan hanya pencapaian seseorang, tetapi proses panjang yang ada di balik pencapaian tersebut,” ujar Bapak Janu.
Ia berharap hubungan antara sekolah dan alumni terus terjalin melalui berbagi pengalaman, wawasan, dan inspirasi bagi generasi berikutnya. Menurutnya, para alumni dapat berkontribusi dalam membangun semangat siswa untuk berani bermimpi, terus belajar, dan mempersiapkan masa depan dengan sebaik-baiknya.
Menutup wawancara, Prasetyadi menyampaikan seruan penuh semangat untuk almamaternya. Sambil mengepalkan tangan, ia mengucapkan, “Trimurti Jaya, Jaya, Jaya!” Seruan tersebut menjadi penutup yang menghangatkan momen kepulangannya ke sekolah yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Kegiatan Pelindo Mengajar Tahun 2026 menjadi wujud sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam memperluas wawasan generasi muda. Lebih dari sekadar berbagi pengetahuan tentang kepelabuhanan dan logistik, kunjungan ini juga membawa pesan tentang pentingnya kedisiplinan, pengembangan diri, dan hubungan berkelanjutan antara alumni dengan almamater.
Kisah Prasetyadi menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju masa depan dibangun melalui proses panjang. Dari bangku sekolah hingga menjadi pemimpin di dunia industri, nilai-nilai yang diperoleh selama pendidikan dapat terus menyertai seseorang sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

